Kereta
api merupakan salah satu sarana transportasi darat yang sangat bermanfaat bagi
kehidupan manusia. Dalam perkembanganya kereta api yang bermula dibuat mesin
uap yang digunakan sebagai penggerak mesin pada lokomotif yang menjadi cikal
bakal kereta api modern (Besari, 2008: 84). Kereta api digunakan untuk
kuantitas pengangkutan, kecepatan perjalanan, dan keawetan sarana prasarananya
transportasi. Maka dari itu perkembangan dan persebaran kereta api sangat
pesat, hampir diseluruh dunia kereta api dipergunakan.
Kerta
api yang dulunya lebih dikenal sebagai lokomotif, pada awalnya tahun 1794,
model kereta api uap pertama mulai berfungsi, yang di desain oleh John Fitch di
Amerika Serikat. Sepuluh tahun kemudian, kereta api uap pertama digunakan di
Inggris, hasil kerja keras Richard Trevithick, seorang ilmuwan Inggris. Tanggal
21 Februari di tahun yang sama, perjalanan di dunia dengan menggunakan moda
transportasi kereta api dilakukan. Perjalanan ini dimulai di Selatan Wales.
Namun, kerja keras Richard Trevithik ini tidak membuahkan hasil besar karena
kurangnya penghargaan dari masyarakat di sekitarnya. Kereta api ini hanya
beroprasi di Inggris yakni dari Stockton ke Darlington yang menghubungkan
tambang batu bara di Darlington ke pelabuhan laut Stockton yang menpunyai jarak
20 km.
Pada
awal abad 19 kereta api mulai menunjukkan perkembangannya dan masa-masa tersebut jalan rel mulai pula
dibangun di beberapa negara, seperti Perancis, Jerman, Belgia, Belanda, Rusia,
Austria, termasuk Indonesia yang direncanakan oleh pemerintah Hindia Belanda. Di kota-kota
besar seperti London, New York, dan Paris mulai membangun sistem subway.
Ketika propulsi elektrik menjadi praktis, kebanyakan jalur kereta api di
jalanan ikut diubah dengan basis elektrik, yang selanjutnya dikenal dengan
"streetcars", "trolleys", "trams" dan
"Strassenbahn". Maka dari itu perkembangan kereta api baik sarana
maupun prasarananya terus berjalan. Pengembangan dalam hal kecepatan,
pelayanan, keselamatan, efisensi, dan kenyamanan terus pula dilakukan, hal ini
seiring pula dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
berpengaruh ke seluruh penjuru dunia.
Di
Amerika Serikat, sistem streetcars mulai dibangun sebagai sistem angkut antar
pusat kota. Di negara bagian Illinois, Indiana, Ohio, Pennsylvania dan New York
kebanyakan sistem tersebut dibangun. Di Selatan California, Pacific Electric
Railway menyambungkan hampir semuat kota di Los Angeles, Inland Empire,
dan Orange Countries. Sistem serupa juga terdapat di negara-negara Eropa. Salah
satu yang terkenal terdapat di Belgia, yang menyambungkan setiap kota. Kereta serupa dengan nama yang
berbeda juga dikembangkan di Spanyol, Perancis, Jerman, Italia, Republik Rakyat
Cina, Taiwan, Britania Raya, Korea Selatan, Skandinavia, Belgia, dan Belanda.
Konstruksi rel-rel kereta ini sudah menghasilkan jalur-jalur yang fantastis
jauhnya. Seperti contohnya koridor kota London-Paris-Brussels,
Madrid-Barcelona, dan jalur besar dan terkenal lainnya. Masyarakat benua Eropa
sendiri terkenal sebagai pengguna kereta api terbanyak.
Di
Asia, Hong Kong Tramways berhasil menerapkan sistem yang sama tahun 1904 secara
eksklusif, dan mulai mengembangkan kereta tingkat. Tahun 1964, jalur kereta
Shinkansen di antara kota Tokyo dengan Osaka di Jepang dibuka. Sinkansen adalah
kereta cepat yang dapat menempuh kecepatan hingga 300 km/jam. Di Indonesia
kereta api juga mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak muncul di
Indonesia pada abad 19 yang dibawa oleh pemerintah Hindia Belanda dalam bentuk
kereta yang ditarik oleh lokomotif uap.
Pertama
pembangunan jalan kereta api di desa Kemijen hari Jumat tanggal 17 Juni 1864
oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, Mr. L.A.J Baron Sloet van den
Beele. Pembangunan diprakarsai oleh Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische
Spoorweg Maatschappij (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari
Kemijen menuju desa Tanggung yang jaraknya kurang lebih 26 kilometer. Ruas
jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada Hari Sabtu, 10 Agustus 1867.
Sampai dengan tahun 1939, panjang
jalan kereta api di Indonesia mencapai 6.811 kilometer. Tetapi, pada tahun 1950
panjangnya berkurang menjadi 5.910 kilometer. Hilangnya kurang lebih 901
kilometer ini diperkirakan disebabkan oleh pembongkaran yang dilakukan oleh
Jepang, semasa masa penjajahannya di Indonesia. Bongkaran jalan kereta api ini
kemudian diangkut Jepang ke Myanmar (dulu Burma) untuk membangun jalan kereta
api di sana. Semasa pendudukannya di Indonesia (tahun 1942-1943), Jepang juga
ikut berkontribusi membangun jalur kereta api. Sepanjang 83 kilometer jalur
kereta api antara kota Bayah-Cikara dibangun dan 220 kilometer antara
Muaro-Pekanbaru. Setelah Indonesia merdeka jalur kereta api di perpanjang
disepanjang pulau Jawa dan Sumatra sebagai tempat-tempat industry untuk
mempermudah akses transportasi antar kota secara cepat dan efisien.

0 komentar:
Posting Komentar